Bencana selalu menyisakan kesedihan dan menimpakan beban. Korban-korban meninggal dunia akibat hempasan tsunami di pesisir pantai selat Sunda, Sabtu 22 Desember lalu. Ialah anak, kakak, adik, suami, istri, ibu, bapak, paman, bibi, nenek ataupun kakek dari anggota keluarga yang ditinggalkan.
Banyak diantara korban Tengah menikmati liburan akhir pekan bersama keluarga. Kegembiraan seketika lenyap. Rasa sedih tidak bisa dibendung saat yang menjadi korban merupakan orang-orang yang kita sayangi. Kalaupun bukan kita yang anggota keluarganya terenggut bencana, empati terhadap mereka pasti ikut menyisipkan kesedihan.

