Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sunday, December 23, 2018

Era Kolonialisme Di Indonesia (1)

Perusahaan dagang Belanda atau sering disebut Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) telah menjadi kekuatan utama pada perdagangan di kawasan Asia sejak awal tahun 1600-an. Namun akibat masalah korupsi, manajemen yang buruk dan persaingan ketat dari sesama negara penjajah mengakibatkan runtuhnya VOC menjelang akhir abad ke-18.
Era Kolonialisme Di Indonesia (1)

Wilayah nusantara yang kaya akan berbagai sumber daya alam sejak ratusan tahun lalu telah menarik minat banyak bangsa dan kelompok-kelompok kepentingan asing untuk mencari untung di wilayah nusantara.

Pada sepanjang pertengahan abad ke-16 hingga paruh akhir abad ke-18, VOC atau persekutuan dagang Belanda secara bertahap bahkan berhasil menguasai satu persatu wilayah di nusantara dan menjajah sebagian wilayah nusantara dengan bertindak layaknya sebuah negara.

Era Kolonialisme Di Indonesia (2)

Kurang dari 20 tahun setelah perang di Makassar pada tahun 1682, VOC juga terlibat perang dengan Kesultanan Banten dengan memanfaatkan konflik internal yang terjadi dalam keluarga Kesultanan VOC akhirnya berhasil menguasai banten.
Era Kolonialisme Di Indonesia (2)

2 tahun setelah menaklukan kota Jayakarta dan mendirikan kota Batavia pada tahun 1621, VOC menyerbu kepulauan Banda di Maluku dan menguasai kepulauan penghasil buah pala ini. Penaklukan Kepulauan Banda di warnai dengan pembantaian lebih dari 6 ribu warga kepulauan tersebut.

Bondan Kanumoyoso, sejarawan
“Banda ini bahkan lebih awal lagi ditaklukan oleh VOC di tahun 1621. Hanya 2 tahun setelah Batavia didirikan. Karena dianggap Belanda ini sukar untuk di kontrol atau dikendalikan karena di sana tidak ada penguasa tunggal. Karena itu tidak ada pilihan lain, kecuali menegakkan monopoli utuh terhadap seluruh perdagangan pala yang ada di Banda dengan menaklukkan Kepulauan Banda. Jadi dalam rangka untuk menegakkan monopoli perdagangan rempah-rempah, VOC tidak hanya mengikat kontrak, tapi juga berusaha untuk menaklukkan wilayah-wilayah tertentu yang dianggap memang harus ditaklukan.”

Era Kolonialisme Di Indonesia (3)

kekayaan VOC itu mayoritas dari pajak untuk kota-kota mereka. Apapun diberi pajak, jadi mereka punya pendapatan yang berlapis-lapis selain dari perdagangan tapi mereka mempunyai koloni dimana koloni itu menjadi mesin eksploitasi yang dijalan oleh berbagai macam kelompok etnis dan bangsa. Jadi bukan hanya bersumber dari rempah-rempah semata, tetapi bagaimana mereka membuat jalur pendapatan itu punya banyak lubang begitu ya. Bukan hanya lubang perdagangan, tapi juga kehidupan dari dunia perkotaan koloni.
Era Kolonialisme Di Indonesia (3)

Dengan luasnya daerah Taklukan dan akses monopoli perdagangan, VOC berkembang menjadi perusahaan multinasional pertama dan terbesar dalam sejarah. Pada tahun 1669, VOC menjadi perusahaan terkaya dalam sejarah dengan kepemilikan lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, 10.000 tentara bayaran dan pembayaran dividen hingga 40%.

Mona Lohanda, sejarawan
“VOC itu, kita kan sering pikir VOC itu kan dari Eropa ke sini. Kekayaan dia dapat bukan dari perdagangan dari sini ke Eropa saja. Dia punya 3 operasi dagang, caranya wilayah. Pertama yang jelas, dari nusantara ke Eropa. Dia bawa rempah, dia bawa kopi segala macem ya. Tapi yang kaya itu perdagangan antara inter Asia. Ke Cina, ke Jepang, ke India, ya, termasuk dia ke daerah Afrika Selatan. Komoditas yang diperdagangkan itu juga bermain. Yang ke 3 adalah wilayah operasi di Nusantara sendiri.”

Tuesday, October 30, 2018

Melihat Saxophone Di Seantero Kota. Yakni Dinant, Belgia

Yes, saxophone raksasa hingga yang mini mudah ditemui disini. Yang bertabur warna sampai dari kaca, bertebaran di seantero Dinant, Belgia. Yap, kota Dinant yang dikenal sebagai kota saxophone
Melihat Saxophone Di Seantero Kota. Yakni Dinant, Belgia

Ada deretan saxophone raksasa di sepanjang Jembatan Charles de Gaulle yang memotong Sungai Muese. Bukan tanpa alasan, lho. Di Kota Dinant, Belgium, bisa ditemukan beragam bentuk dan ukuran alat musik tiup karena mahakarya saxophone dibuat oleh Adolphe Sax tahun 1848 dari Belgia. Ada juga Maison de Monsieur Sax, museum saxophone yang gratis dan terbuka untuk umum.

Halo, dari kota Dinant di Belgia. Kota Dinant terletak di bagian selatan negara Belgia. Disini bukan hanya terkenal karena kecantikan panoramanya, tapi juga di kota ini seorang Adolphe Sax, penemu alat musik saxophone lahir dan dibesarkan. Kita bisa melihat di seantero kota.

Monday, October 1, 2018

Jalan yang dibangun oleh para Ahli Rusia di Palangka Raya

Tahun 1965 jalan ini sudah bisa dilewati, dan kebetulan terjadi lah suatu musibah, terjadilah G 30S.”  “Nah, maka orang-orang Rusia itu pada lari. Proyek ini sebenarnya sampai ke Kalimantan Barat.
Jalan yang dibangun oleh para Ahli Rusia di Palangka Raya

Ibu kota Indonesia bukan lagi Jakarta. Jika, kota ini jadi menggantikan posisinya. Ada yang berbeda dari jalan yang sedang saya lalui, jalan aspal ini lurus mulus dan seperti tidak ada guncangan, ketika mobil melaju kencang diatasnya.

Jalan-jalan seperti ini mengingatkan saya dengan jalan yang ada di luar negeri. Tapi jangan salah, sekarang saya tidak lagi di luar negeri. Sekarang saya masih di Indonesia, tepatnya di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tapi memang jalan ini dibangun oleh para ahli yang didatangkan dari luar negeri, yaitu negara Rusia.

Labels

ABC News (1) ABRI (1) Aceh (1) Alat Musik (1) Amerika (1) Amerika Serikat (5) Ancol (1) Antara (2) Automo (1) Ayam (1) Bahan Bakar (1) Bakso Tahu (1) Bali (5) Bambu (1) Bandung (1) Banggai (1) Bangkrut (1) Banjir (2) Banten (1) Batagor (1) Bedah Editorial (2) Bekasi (1) Belanda (1) Belgia (1) Bencana (2) Bengkulu (1) Berau (2) Berburu (2) Berita Satu (2) Bisnis Online (9) Blitar (1) Blogspot (2) Bosnia (1) Boyolali (1) Budaya (6) Bukit (1) Buras (1) Burung (2) California (1) Chester Bennington (4) Ciamis (1) Cikarang (1) Cina (1) CNN Indonesia (12) Daily Mail (1) Dayak (1) Demo (1) Desa (7) Desa Blimbingsari (4) DPR (1) Drone (1) Ekosistem Laut (1) Eropa (1) Facebook (5) Garut (1) Gema Tanjung (1) Gempa (2) Gereja (2) Gereja Katedral (1) Go Food (1) Goa Lawa (1) GoJek (1) Google + (1) Grab (2) Gurita (8) Guru (1) HipCar (2) How to (1) Ikan (5) Ikan Kakap (1) Ikan Koi (1) Ikan Paus (3) Iklan (4) Indosiar (1) iNews (1) iNews TV (3) Inggris (1) Instagram (1) Jakarta (1) Jakarta Barat (1) Jakarta Utara (1) Jalak (2) Jalak Bali (1) Jawa (3) Jawa Barat (7) Jawa Tengah (5) Jawa Timur (15) Jember (1) Jepara (1) Junjung Biru (1) Kalimantan (5) Kalimantan Selatan (1) Kalimantan Tengah (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (1) Kampung Wisata (1) Karawang (1) Kaur (1) Kebumen (1) Kediri (1) Kemerdekaan (10) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (6) Kepulauan Selayar (3) Kerajinan (1) Kesenian (1) Kisah Hidup (1) Klaten (2) Kolaka (1) Kolonialisme (3) Kompas TV (10) Kompetisi (1) Konsumen (1) Kopi (1) Koran (2) Korea (1) Korea Selatan (1) Korea Utara (1) KPK (2) Kroasia (1) KTP elektronik (1) Kudus (1) Kuliner (3) Lamalera (2) Lebaran (1) Lembata (6) Linkin Park (4) Lion Air (1) Lippo Group (4) Liputan 6 (2) Listrik (3) Lombok (1) Los Angeles (1) Madiun (2) Madura (1) Malang (2) Malinau (1) Maluku (1) Maratua (2) Martapura (1) Meikarta (11) Melukis (1) Metro TV (34) MNCTV (2) Mobil (5) Mochtar Riady (3) Mogok (1) Monas (1) Motor (3) Museum (2) Musik (2) Muslim (1) Nabire (1) Nasi (2) Nasi Gegog (2) Natal (10) Net TV (16) Nugget (1) Nusa Tenggara Timur (8) NY Daily News (1) Nyonya Meneer (8) Onny Arifin Yuwono (2) Palangka Raya (1) Palembang (2) Pangandaran (2) PanMunJom (1) Pantai (3) Pantai Tamban (2) Papua (1) Pare-Pare (1) Pariwisata (4) Pasar (1) Pelabuhan Ulele (1) Pendidikan (1) Penerbangan (1) Pengemis (1) Pesawat (1) Pidato (1) Pisang (3) Pohon (1) Polandia (1) Polisi (2) Ponorogo (1) Pulau (2) Pulau Nasi (1) Purbalingga (1) Ragam Indonesia (2) Restoran (1) Robot (1) Samarinda (1) Sampah (1) Sariwangi (2) Sastra (1) SCTV (3) Sea World (1) Sejarah (5) Sekolah Dasar (1) Selokan (1) Semarang (1) Sepatu (1) Si Bolang (1) Sin City (1) Singapura (1) Solo (2) SPLU (6) Stockholm (1) Suku (1) Sulawesi (4) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Sungai (1) Surabaya (2) Swedia (1) Tabanan (1) Tahu (1) Tahu Goreng (1) Taipei (1) Taiwan (1) Takabonerate (1) Taman Kanak-Kanak (1) Tangerang (1) Tanjung Papurna (1) Tegal (1) Telepon (1) Tempo (2) Timlo TV (1) Tradisi (2) Trans 7 (7) Trenggalek (1) Tsunami (2) Tukang Pijat (2) TV One (1) Twitter (1) Universitas Indonesia (1) VOA Indonesia (3) Waduk (1) Warung (1) Washington (1) Wawancara (4) Website (13) Yogyakarta (2) Zagreb (1)