Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Di Kampung Wisata Arifa Banyak Spot Foto Kece Yang Instagramable

Kampung Wisata Arifa. Objek wisata ini nggak hanya menyuguhkan keindahan alam saja, tapi juga punya nilai-nilai edukatif dengan mengajak wisatawan belajar menanam dan memberi makan hewan.
Di Kampung Wisata Arifa Banyak Spot Foto Kece Yang
Instagramable

Buat kamu yang mau liburan ke daerah Jepara, coba mampir deh ke kampung wisata Arifa. Objek wisata ini nggak hanya menyuguhkan keindahan alam saja, tapi juga punya nilai-nilai edukatif dengan mengajak wisatawan belajar menanam dan memberi makan hewan. Tempat ini cocok banget buat kalian generasi milenial.

Di sini ada taman bunga matahari dengan sejumlah Spot foto kece yang dijamin instagramable.

Tuesday, November 13, 2018

Jembatan Penghapus Ketimpangan

Pemerintah Memberikan Tarif GRATIS Bagi Jembatan Suramadu
Jembatan Penghapus Ketimpangan

Pembangunan infrastruktur pada dasarnya bertujuan menggairahkan kegiatan ekonomi dan masyarakat. Bentuk infrastruktur yang tergolong paling penting ialah yang menghubungkan atau mendukung konektivitas antar daerah.

Dengan jalan, jembatan, bandara serta Pelabuhan, arus barang dan manusia bisa mengalir dari satu daerah ke daerah lain. Arus yang lancar dan berbiaya rendah akan menekan harga produk, sehingga pembelian meningkat. Hal itu memancing investor menanamkan modal untuk mengembangkan usaha di daerah-daerah yang terkoneksi. Beberapa daerah memiliki potensi produksi yang tinggi, tetapi tidak cukup memiliki pasar untuk menyerap produk yang dihasilkan atau sebaliknya. Disitu peran infrastruktur konektivitas. Pada gilirannya terjadi pemerataan hasil-hasil ekonomi dan kesejahteraan.

Thursday, November 8, 2018

Desa Jambu Dapat Menjadi Tempat Wisata Berpotensi, Karena Inisiatif Kepala Desa

Terbentuknya wisata alam ini berawal dari inisiatif kepala desa yang prihatin dengan mengajak warga membersihkan lingkungan sungai dari sampah hingga kebersihan kandang kambing. Kemudian kepala desa menjadikan tempat ini menjadi lokasi wisata.
Desa Jambu Dapat Menjadi Tempat Wisata Berpotensi, Karena
Inisiatif Kepala Desa

Saya ke Jawa Timur pemirsa. Ada sebuah desa di Kabupaten Kediri yang dikembangkan menjadi paket wisata alam yang berbasis pada potensi desa. Mulai dari potensi pertanian dan peternakan yang dikemas untuk meningkatkan ekonomi warga. Di tempat ini pengunjung diajak untuk lebih dekat dan mencintai alam dengan petik buah kelengkeng dan juga memberi makan kambing.

Berawal dari upaya menumbuhkan kesadaran warga untuk hidup sehat, mencintai alam, serta meningkatkan ekonomi warga desa, desa jambu kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri dikembangkan menjadi paket wisata dengan menjual potensi desa setempat.

Wednesday, October 31, 2018

Wisata Air Bersih Di Desa Cempaka, Bumijawa, Tegal

Oh iya, tempat ini ada sejarahnya loh. Sumber mata air ini dibangun oleh Mbak Samuluk. Penyebar agama Islam dari Cirebon. Kemudian sumber mata air ini dijadikan sosialisasi jelang shalat Fardhu.
Wisata Air Bersih Di Desa Cempaka, Bumijawa, Tegal

Liburan akhir pekan paling enak cari lokasi yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Nih salah satunya, Tuk Modal di Desa Cempaka, BumiJawa, Tegal. Dinamakan Tuk Mudal, karena lokasi wisata ini memiliki sumber mata air yang jadi penopang kebutuhan masyarakat setempat.

Awalnya desa wisata ini hanya sumber mata air biasa yang tidak terawat. Hingga akhirnya 3 tahun lalu kelompok sadar Wisata Desa Cempaka membuat area sekitar Tuk Mudal semakin nyaman. Mereka membangun Spot kece untuk selfie tourist information center hingga toilet.

Friday, October 26, 2018

Polisi Blitar Gantikan Tugas Guru Yang Mogok Massal

Petugas polisi ini mengajarkan pelajaran tematik dan juga pelajaran tentang lalu lintas. Setelah pelajaran, petugas juga memberikan kuis kepada para siswa. Keberadaan polisi ini pun membuat para siswa menjadi senang. Siswa mengaku wali kelasnya sudah tidak mengajar sejak hari senin kemarin karena mengikuti aksi mogok mengajar. Untuk kegiatan ngajar mengajar sementara digantikan oleh guru lain. Dan hari ini . . . . . .
Polisi Blitar Gantikan Tugas Guru Yang Mogok Massal

Lantaran ditinggal mogok massal oleh para guru honorer, polisi dari Polres Blitar terpaksa mengajar di sekolah-sekolah yang terlantar. Tidak hanya mengajar di dalam kelas, para polisi yang menjadi guru dadakan ini juga berinteraksi dan mengajarkan olahraga di luar kelas.

Inilah kegiatan petugas polisi resort Blitar yang mengajar di sekolah dasar negeri Sidodadi 02, kecamatan Garing, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Para petugas kepolisian ini terpaksa berubah menjadi guru dadakan, karena banyak kelas yang terlantar akibat ditinggal para guru honorer yang mogok massal.

Thursday, October 11, 2018

Onny Arifin Yuwono Akan Memproklamirkan Teknik Pijat Ala Indonesia Ke Dunia Internasional

Tak pernah terpikir sebelumnya di benak Onny Arifin Yuwono untuk menjadi seorang tukang pijat. Demi menafkahi keluarga, ia menanti pelanggan sebelum matahari terbit hingga malam menjelang. Padahal Yuwono bergelar master di bidang ekonomi dan sempat bekerja di bidang pariwisata. Namun suatu alasan membuatnya alih profesi.
Onny Arifin Yuwono Akan Memproklamirkan Teknik Pijat Ala
Indonesia Ke Dunia Internasional

Saya Veri Prihardi

Saya, Amalia Lutvia
Saya, Agnes Karina
Dan saya, Kania Sutisna Winata
Pemirsa, inilah 360
3 fakta membuka mata dalam 60 menit.

Tukang pijat, sebagian orang mungkin memandang profesi ini sebelah mata. Namun Onny Arifin Yuwono mampu mengubahnya. Amalia Lutvia menjumpai pemuda bergelar master dalam pendidikan ekonomi yang banting setir menjadi tukang pijat. Ia merintis karirnya mulai dari pemijat keliling di area Monas, Jakarta. Hingga akhirnya berhasil membangun puluhan gerai refleksi.

Wednesday, October 10, 2018

Kisah Pak Onny Arifin Yuwono yang Sukses setelah jadi Tukang Pijat

Modal awal Pak Onny Arifin Yuwono hanya semangat dan mimpi saja. Jadi dari semangat dan mimpi itu, ia berhasil mengumpulkan uang dari sen demi sen. Ternyata dari pijat itu ternyata pendapatanya sama saja dengan waktu kerja di kantor sama. Sebulan ia bisa pijat 100 pasien dengan jumlah pendapatan kurang lebih sebesar Rp. 3 juta-an. Pendidikan nya S1 Akuntansi dan S2 Marketing. Terus dari 2007 itu, ia punya mimpi untuk memiliki sekolah pijat sendiri. Berjalannya waktu, ia menabung uang dari hasil pijat itu. Akhirnya di tahun 2010, ia bisa mendirikan sekolah pijat dengan dana yang mandiri.
Kisah Pak Onny Arifin Yuwono yang Sukses setelah jadi Tukang
Pijat

Saya di olok-olok sama kakak saya. Karena “Kamu kan sudah S2, sudah pernah jadi direktur, kenapa jadi tukang pijat di Monas ? Apa kata orang, begitu. Apa kamu tidak malu ?“ Tukang pijat jalanan jadi pendiri sekolah. Orang-orang Jakarta.
Nama saya Onny Arifin Yuwono. Usia saya sekarang 45 tahun. Saya asal dari Madiun. Saya mijat di Monas dari tahun 2007. Saat itu saya lagi jatuh, terus saya berpikir ada enggak pekerjaan yang saya bisa bangkit lagi dengan modal dengkul. Modal dengkul artinya saya bisa apa, yang saya punya. Kebetulan saya mikirnya dengan pijat. Hanya modal ini (Jempol) bisa bangkit lagi enggak. Ternyata di prosesnya, saya bisa bangkit lagi, seperti itu.

Tuesday, September 18, 2018

Gedhang Gemez adalah warung yang menyajikan Pisang Aneka Rasa

Itu dia Taufik, berarti enggak cuman namanya aja yah. Rasanya juga bikin gemes gituh.
Gedhang Gemez adalah warung yang menyajikan Pisang Aneka Rasa

Ya dari Bali, sekarang kita ke Kudus, Jawa Timur. Disana nih ada kuliner unik nih Taufik. Namanya pisang gemas.

Wah, namanya lucu banget. Tapi memang sengaja pisang itu disajikan menggoda. Karena dia nih berbalut tepung dan hadir dengan aneka rasa.

Ahmad Lutfi, pengusaha pisang goreng asal Kota Pahlawan

Soal kuliner ini, pisang goreng memang akrab di lidah hampir di semua kalangan dan diminati banyak orang. Peluang ini tidak disia-siakan pengusaha muda asal Surabaya, Jawa Timur.
Ahmad Lutfi, pengusaha pisang goreng asal Kota Pahlawan

Bicara tentang perlakuan terhadap hewan, memang sudah semestinya hewan itu diperlakukan secara baik yah. Jangan sampai hal yang muncul di luar dugaan kita dapat terjadi karena penanganan yang salah terhadap hewan. Seperti yang dialami pedangdut bersama bule, beberapa waktu lalu.

Baik kita ke informasi yang lain pemirsa.

Wednesday, August 15, 2018

Lezatnya Gurita tangkapan di Tanjung Papuma. Terkenal liat dan cukup alot

Hidangan laut itu biasanya identik dengan ikan, cumi-cumi atau lobster. Tapi pantai tanjung papuma punya hasil laut yang khas, yaitu gurita. Nah gurita ini juga jadi kuliner andalan di Tanjung Papuma.
Lezatnya Gurita tangkapan di Tanjung Papuma. Terkenal liat
dan cukup alot

Ya Astrid, seperti janji saya tadi. Saya akan ajak kamu menikmati keindahan alam di Tanjung Papuma. Tepatnya di daerah saya di Jember, Jawa Timur. Wah saya pernah denger tentang Tanjang Papum nih, Den.

Kalau enggak salah itu singkatan yah ?? Singkatan dari pasir putih Malikan. Pasir putih itu namanya pantainya, kemudian Malikan itu ada 1 bukit. Disitu bukitnya ini ada banyak sekali hewan-hewan masih asli, seperti: monyet, biawak, kemudian endemik burungnya juga masih asli semuanya.

Gurita, ini dia. Hewan yang paling pinter diantara kelas invertebrata 01

Seekor gurita berukuran sedang berusaha melepaskan diri dari mata pancing. Saya terus menarik kenur. Yah, sayang gurita yang mempunyai nama latin octopoda ini berhasil melarikan diri.
Gurita, ini dia. Hewan yang paling pinter diantara kelas
invertebrata 01

Perjalanan menuju spot mancing semakin menyenangkan. Mata saya dimanjakan dengan keindahan pantai dan suasana di dermaga. Lumba-lumba yang berenang di sisi kapal menemani perjalanan kami di pantai Tamban.

Kapal pun berhenti di titik potensial. Saya langsung menyiapkan piranti mancing. Umpan yang tepat dan keahlian memancing menjadi modal utama. Gurita biasanya memakan ikan kecil dan kepiting sebagai makanan utamanya.

Gurita, ini dia. Hewan yang paling pinter diantara kelas invertebrata 02

Kemampuannya untuk mengingat dalam jangka pendek dan panjang membuat hewan pintar ini dikagumi banyak orang. Pada piala dunia lalu, seekor gurita bernama paul berhasil memprediksi tim mana yang akan menang dalam sebuah pertandingan.
Gurita, ini dia. Hewan yang paling pinter diantara kelas invertebrata 02

Kali ini mangsa yang disergap gurita adalah umpan buatan kapten kapal. Kenur ditarik kuat. Kapten kapal menghadapi perlawanan gurita dengan tenang. Tangan kapten yang cekatan berhasil menangkan seekor gurita besar.

“Eh Pak Slamet juga dapet. Ya, gurita lagi. Mata Pancing, yes.”

Wednesday, July 11, 2018

Nasi Gegok memiliki cita rasa yang khas

Nasi gegok ini dibuat dengan bumbu-bumbu sederhana. Antara lain: cabe, bawang merah, dan bawang putih. Untuk memberi rasa pedas, sambal yang menggunakan cabe rawit dengan jumlah yang cukup banyak.
Nasi Gegok memiliki cita rasa yang khas

Nasi Gegok makanan khas warga ponorogo ini memiliki cita rasa yang khas dibanding makanan ponorogo yang lainnya, yakni rasanya pedas dan tekstur nasi yang lembut sehingga diyakini nasi gegok memilik khasiat obat untuk menghilangkan pusing kepala dan hidung tersumbat.

Proses memasak ini memakan waktu lama dan hanya menggunakan bumbu-bumbu alami tradisional. Makanan khas pegunungan ini diminati warga sebagai menu yang cocok untuk berbuka puasa ataupun santap sahur.

Nasi Gegog, Makanan khas Trenggalek

Proses memasak nasi gegog membutuhkan waktu yang lama dan hanya menggunakan bumbu-bumbu tradisional
Nasi Gegog, Makanan khas Trenggalek

Pemirsa, selain dikenal dengan kuliner khas nasi tiwul, kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ternyata juga memiliki kuliner khas lainnya, yaitu nasi gegog. Nasi khas masyarakat pegunungan ini merupakan campuran nasi dengan sambal teri yang dimasak bersama dalam bungkus daun pisang. Cita rasanya yang pedas membuat kuliner ini diburu untuk menghangatkan tubuh.

Sejak dulu masyarakat trenggalek sudah terkenal dengan nasi tiwulnya. Ternyata masyarakat trenggalek juga mempunyai khas makanan lainnya, yaitu nasi Gegog. Nasi gegog ini sudah menjadi menu sehari-hari masyarakat trenggalek, khususnya di desa Srabah, kecamatan Bendungan.

Friday, July 6, 2018

Tengkleng, kuliner dari Solo bercita rasa Ikan Kakap

Banyak para ahli kesehatan menyatakan bila daging kambing dapat menyebabkan kandungan kolesterol yang tinggi di dalam tubuh. Jadi Pak Budi mengolah tengkleng yang sehat, ia ambil dari sea food, terutama daging yang berasal dari daerah.
Tengkleng, kuliner dari Solo bercita rasa Ikan Kakap

Christina Bety, reporter.
Ya, banyak bilang kalau kota Solo menjadi gudangnya makanan lezat. Jadi sayang banget kalau sampai disini, kita tidak cicip-cicip. Apalagi kalau tidak bawa buah tangan dari kota Buday, aduh sayang banget deh. SO, kita cari yuk

Ini dia kota Solo. Tak hanya populer dari segi adat istiadatnya, Solo juga menyimpan daya tarik tersendiri khsusunya bagi pecinta kuliner. Dan tak perlu berlama-lama lagi, mumpung di kota Solo berguru kuliner merupakan incaran pertama saya kali ini. Salah satu kuliner khas Keraton Surakarta yang wajib dicoba adalah tengkleng. Tapi jangan salah, tengkleng yang akan saya coba kali ini bukan tengkleng biasa yang menggunakan olahan daging.

Labels

ABC News (1) ABRI (1) Aceh (1) Alat Musik (1) Amerika (1) Amerika Serikat (5) Ancol (1) Antara (2) Automo (1) Ayam (1) Bahan Bakar (1) Bakso Tahu (1) Bali (5) Bambu (1) Bandung (1) Banggai (1) Bangkrut (1) Banjir (2) Banten (1) Batagor (1) Bedah Editorial (2) Bekasi (1) Belanda (1) Belgia (1) Bencana (2) Bengkulu (1) Berau (2) Berburu (2) Berita Satu (2) Bisnis Online (9) Blitar (1) Blogspot (2) Bosnia (1) Boyolali (1) Budaya (6) Bukit (1) Buras (1) Burung (2) California (1) Chester Bennington (4) Ciamis (1) Cikarang (1) Cina (1) CNN Indonesia (12) Daily Mail (1) Dayak (1) Demo (1) Desa (7) Desa Blimbingsari (4) DPR (1) Drone (1) Ekosistem Laut (1) Eropa (1) Facebook (5) Garut (1) Gema Tanjung (1) Gempa (2) Gereja (2) Gereja Katedral (1) Go Food (1) Goa Lawa (1) GoJek (1) Google + (1) Grab (2) Gurita (8) Guru (1) HipCar (2) How to (1) Ikan (5) Ikan Kakap (1) Ikan Koi (1) Ikan Paus (3) Iklan (4) Indosiar (1) iNews (1) iNews TV (3) Inggris (1) Instagram (1) Jakarta (1) Jakarta Barat (1) Jakarta Utara (1) Jalak (2) Jalak Bali (1) Jawa (3) Jawa Barat (7) Jawa Tengah (5) Jawa Timur (15) Jember (1) Jepara (1) Junjung Biru (1) Kalimantan (5) Kalimantan Selatan (1) Kalimantan Tengah (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (1) Kampung Wisata (1) Karawang (1) Kaur (1) Kebumen (1) Kediri (1) Kemerdekaan (10) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (6) Kepulauan Selayar (3) Kerajinan (1) Kesenian (1) Kisah Hidup (1) Klaten (2) Kolaka (1) Kolonialisme (3) Kompas TV (10) Kompetisi (1) Konsumen (1) Kopi (1) Koran (2) Korea (1) Korea Selatan (1) Korea Utara (1) KPK (2) Kroasia (1) KTP elektronik (1) Kudus (1) Kuliner (3) Lamalera (2) Lebaran (1) Lembata (6) Linkin Park (4) Lion Air (1) Lippo Group (4) Liputan 6 (2) Listrik (3) Lombok (1) Los Angeles (1) Madiun (2) Madura (1) Malang (2) Malinau (1) Maluku (1) Maratua (2) Martapura (1) Meikarta (11) Melukis (1) Metro TV (34) MNCTV (2) Mobil (5) Mochtar Riady (3) Mogok (1) Monas (1) Motor (3) Museum (2) Musik (2) Muslim (1) Nabire (1) Nasi (2) Nasi Gegog (2) Natal (10) Net TV (16) Nugget (1) Nusa Tenggara Timur (8) NY Daily News (1) Nyonya Meneer (8) Onny Arifin Yuwono (2) Palangka Raya (1) Palembang (2) Pangandaran (2) PanMunJom (1) Pantai (3) Pantai Tamban (2) Papua (1) Pare-Pare (1) Pariwisata (4) Pasar (1) Pelabuhan Ulele (1) Pendidikan (1) Penerbangan (1) Pengemis (1) Pesawat (1) Pidato (1) Pisang (3) Pohon (1) Polandia (1) Polisi (2) Ponorogo (1) Pulau (2) Pulau Nasi (1) Purbalingga (1) Ragam Indonesia (2) Restoran (1) Robot (1) Samarinda (1) Sampah (1) Sariwangi (2) Sastra (1) SCTV (3) Sea World (1) Sejarah (5) Sekolah Dasar (1) Selokan (1) Semarang (1) Sepatu (1) Si Bolang (1) Sin City (1) Singapura (1) Solo (2) SPLU (6) Stockholm (1) Suku (1) Sulawesi (4) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Sungai (1) Surabaya (2) Swedia (1) Tabanan (1) Tahu (1) Tahu Goreng (1) Taipei (1) Taiwan (1) Takabonerate (1) Taman Kanak-Kanak (1) Tangerang (1) Tanjung Papurna (1) Tegal (1) Telepon (1) Tempo (2) Timlo TV (1) Tradisi (2) Trans 7 (7) Trenggalek (1) Tsunami (2) Tukang Pijat (2) TV One (1) Twitter (1) Universitas Indonesia (1) VOA Indonesia (3) Waduk (1) Warung (1) Washington (1) Wawancara (4) Website (13) Yogyakarta (2) Zagreb (1)