Showing posts with label Kompas TV. Show all posts
Showing posts with label Kompas TV. Show all posts

Sunday, January 13, 2019

Dulu Berjaya, PT Nyonya Meneer Kini Pailit

PT Nyonya Meneer, salah satu perusahan jamu tradisional asal Semarang, Jawa Tengah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Semarang pada 4 Agustus 2017. Hak ribuan buruh perusahaan jamu legendaris tersebut tidak jelas. Para buruh pun beberapa kali melakukan aksi demonstrasi menuntut hak mereka yang belum terpenuhi.
Dulu Berjaya, PT Nyonya Meneer Kini Pailit

Pabrik jamu legendaris PT Nyonya Meneer dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga semarang. Usaha jamu yang dirintis sejak tahun 1919 itu dinyatakan tidak sanggup membayang utang sebesar 7 Milyar rupiah.

Nyonya Meneer dianggap tak mampu berinovasi ditengah perubahan era permintaan konsumen dari yang sebelumnya secara tradisional, kini menjadi lebih moderen dan cepat. Nyonya Meneer masih berjalan. . . .

Sunday, January 6, 2019

KOMPAS TV: Vokalis Linkin Park Ditemukan Dalam Keadaan Tak Bernyawa


Dikabarkan Chester meninggal dunia gantung diri.
Kepolisian setempat menemukan sang vokalis sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Kematian vokalis 41 tahun ini pertama kali dikabarkan oleh situs TNZ, yang dikira hoax.
Sebelumnya chaster dikabarkan berjuang dari ketergantungan narkotika dan alkohol yang telah berlangsung beberapa tahun.
Bahkan dirinya mengungkapkan sempat berpikir untuk bunuh diri bersama Linkin Park.
Chester berhasil menurunkan beberapa album terbaik, salah satunya Meteora yang dianggap album band alternatif terbaik dalam sejarah musik dunia.

Thursday, December 13, 2018

KOMPAS TV: Pemerintah Menyiapkan Rp. 7 miliar Untuk 1.000 SPLU

Tapi sebenarnya pemerintah memiliki cita-cita cukup besar, yakni nantinya SPLU ini diperuntukkan untuk kendaraan listrik mengisi ulang listrik mereka. Tapi sudah setahun berjalan, sudah tersebar 800-an SPLU di seluruh Jakarta.
KOMPAS TV: Pemerintah Menyiapkan Rp. 7 miliar Untuk 1.000
SPLU

My Sister Tarigan, journalis Kompas TV
Saudara, ini namanya Stasiun Penyedia Listrik Umum atau SPLU, dimana SPLU diperuntukan untuk isi ulang listrik. Seperti ulasan barusan, bagaimana saya akan mengisi baterai handphone saya menggunakan SPLU. Tapi tidak gratis saudara, kita masih harus membeli token listrik.

Caranya memang cukup gampang seperti kita membeli listrik selama ini, di mana nanti ketika kita melakukan pembelian baik secara online ataupun melalui ATM, kita akan mendapatkan angka konfirmasi dan angka konfirmasi tersebut lah yang nanti akan kita masukkan PIN ke mesin ATM dan saya sudah mendapatkan nomor konfirmasi saya. Dan otomatis handphone saya sudah ter-charger.

Saturday, November 3, 2018

Nyonya Meneer sudah terlilit masalah keuangan sejak tahun 2015

Nyonya Meneer punya utang senilai 89 miliar rupiah kepada 35 kreditur. Sebelumnya sudah ada perjanjian damai antara perusahaan dengan kreditur, tapi perjanjian dibatalkan karena Nyonya Meneer dinilai tidak punya itikad baik untuk melunasi utang.
Nyonya Meneer sudah terlilit masalah keuangan sejak tahun 2015

Status pailit juga membuat sekitar 1000 buruh terpaksa di-phk. Sebelumnya perusahaan yang berdiri sejak tahun 1919 ini sudah merumahkan 200 karyawannya. Saat ini kurator dan hakim pengawas sedang meng-inventaris aset perusahaan. Dana yang didapat akan digunakan untuk membayar hutang.

Sariwangi punya utang senilai 1,05 Triliun Rupiah


Lagi di Kompas bisnis. Saudara perusahaan pelopor teh celup di Indonesia Sariwangi Agricultural Estate Agency resmi menyandang status pailit. Majelis hakim pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pembatalan homologasi bank ICBC Indonesia terhadap PT Sariwangi.

Dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran utang atau PKPU, Sariwangi punya utang senilai 1,05 Triliun Rupiah. ICBC sendiri sampai dengan 24 Oktober 2017 memiliki tagihan senilai 288,9 miliar kepada Sariwangi. Kasus ini juga membelit Perusahaan Teh maskapai Perkebunan INDORUB sumberwadung.

Wednesday, October 31, 2018

Rachmat Gobel masuk sebagai investor strategis di Nyonya Meneer

Gobel terlibat langsung pada kreditur yang piutangnya macet di Nyonya Meneer dengan memberikan jaminan. Meski demikian belum ada penjelasan detail atas skema masuknya Rahmat Gobel sebagai investor strategis di Nyonya Meneer.
Rachmat Gobel masuk sebagai investor strategis di Nyonya Meneer

Berangkat dari masuknya investor strategis yang berniat menyelamatkan Nyonya Meneer. Presiden Direktur  Nyonya Meneer, Charles Saerang mengatakan masuknya konglomerat Rachmat Gobel menjadi jaminan bahwa perusahaan akan kembali beroperasi.

Gobel terlibat langsung pada kreditur yang piutangnya macet di Nyonya Meneer dengan memberikan jaminan. Meski demikian belum ada penjelasan detail atas skema masuknya Rahmat Gobel sebagai investor strategis di Nyonya Meneer.

Wednesday, October 10, 2018

Kisah Pak Onny Arifin Yuwono yang Sukses setelah jadi Tukang Pijat

Modal awal Pak Onny Arifin Yuwono hanya semangat dan mimpi saja. Jadi dari semangat dan mimpi itu, ia berhasil mengumpulkan uang dari sen demi sen. Ternyata dari pijat itu ternyata pendapatanya sama saja dengan waktu kerja di kantor sama. Sebulan ia bisa pijat 100 pasien dengan jumlah pendapatan kurang lebih sebesar Rp. 3 juta-an. Pendidikan nya S1 Akuntansi dan S2 Marketing. Terus dari 2007 itu, ia punya mimpi untuk memiliki sekolah pijat sendiri. Berjalannya waktu, ia menabung uang dari hasil pijat itu. Akhirnya di tahun 2010, ia bisa mendirikan sekolah pijat dengan dana yang mandiri.
Kisah Pak Onny Arifin Yuwono yang Sukses setelah jadi Tukang
Pijat

Saya di olok-olok sama kakak saya. Karena “Kamu kan sudah S2, sudah pernah jadi direktur, kenapa jadi tukang pijat di Monas ? Apa kata orang, begitu. Apa kamu tidak malu ?“ Tukang pijat jalanan jadi pendiri sekolah. Orang-orang Jakarta.
Nama saya Onny Arifin Yuwono. Usia saya sekarang 45 tahun. Saya asal dari Madiun. Saya mijat di Monas dari tahun 2007. Saat itu saya lagi jatuh, terus saya berpikir ada enggak pekerjaan yang saya bisa bangkit lagi dengan modal dengkul. Modal dengkul artinya saya bisa apa, yang saya punya. Kebetulan saya mikirnya dengan pijat. Hanya modal ini (Jempol) bisa bangkit lagi enggak. Ternyata di prosesnya, saya bisa bangkit lagi, seperti itu.

Monday, October 1, 2018

Jalan yang dibangun oleh para Ahli Rusia di Palangka Raya

Tahun 1965 jalan ini sudah bisa dilewati, dan kebetulan terjadi lah suatu musibah, terjadilah G 30S.”  “Nah, maka orang-orang Rusia itu pada lari. Proyek ini sebenarnya sampai ke Kalimantan Barat.
Jalan yang dibangun oleh para Ahli Rusia di Palangka Raya

Ibu kota Indonesia bukan lagi Jakarta. Jika, kota ini jadi menggantikan posisinya. Ada yang berbeda dari jalan yang sedang saya lalui, jalan aspal ini lurus mulus dan seperti tidak ada guncangan, ketika mobil melaju kencang diatasnya.

Jalan-jalan seperti ini mengingatkan saya dengan jalan yang ada di luar negeri. Tapi jangan salah, sekarang saya tidak lagi di luar negeri. Sekarang saya masih di Indonesia, tepatnya di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tapi memang jalan ini dibangun oleh para ahli yang didatangkan dari luar negeri, yaitu negara Rusia.

Penjelasan Ketua BEM UI, Muhammad Zaadit Taqwa Soal Kartu Kuning untuk Jokowi

3 masalah yang harus diselesaikan oleh Presiden adalah gizi buruk di kabupaten Asmat, Papua, menolak pengangkatan pejabat dan gubernur dari kalangan polri, dan menolak peraturan menteri pendidikan tentang organisasi mahasiswa yang dianggap membatasi gerak mahasiswa.
Penjelasan Ketua BEM UI, Muhammad Zaadit Taqwa Soal Kartu
Kuning untuk Jokowi

Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM UI menyambut aksi yang dilakukan ketuanya sebagai aksi tunggal di tengah kedatangan presiden ke kampus UI. Aksi ini dianggap sebagai peringatakan kepada Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan 3 masalah yang belum selesai di tahun-tahun terakhir pemerintahan presiden Jokowi.

3 masalah yang harus diselesaikan oleh Presiden adalah gizi buruk di kabupaten Asmat, Papua, menolak pengangkatan pejabat dan gubernur dari kalangan polri, dan menolak peraturan menteri pendidikan tentang organisasi mahasiswa yang dianggap membatasi gerak mahasiswa. Untuk mengetahui lebih jelas alasan pemberian kartu kuning pada presiden Joko Widodo, kita sudah bersama pemberi kartu kuning yang juga ketua BEM UI, Muhammad Zaadit Taqwa.

Thursday, August 16, 2018

Maulidan, pemburu Gurita di kabupaten Aceh Besar

Selain mencari ikan dengan menggunakan perahu, masyarakat di pulau nasi juga masih gemar berburu gurita dengan cara tradisional. Hanya dengan bermodalkan tombak besi, kacamata, dan jaring ikan, masyarakat turun ke laut untuk mencari gurita.
Maulidan, pemburu Gurita di kabupaten Aceh Besar

Dosi Elfian. 4 Juli 2017.
Saudara, keindahan laut di pulau nasi ini tentunya tak diragukan lagi. Pulau di kawasan Aceh Besar ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Selain menikmati panorama laut, para pengunjung juga dapat berburu gurita secara tradisional. Bagaimana teknik berburu gurita secara tradisional ?? Berikut liputannya.

Pulau nasi adalah salah satu wilayah di kabupaten Aceh Besar. Jika berkunjung ke tempat ini, rute yang ditempuh adalah melewati pelabuhan Ulele. Dari pelabuhan Ulele, pengunjung akan menaiki boat nelayan berukuran sedang dengan tarif 20 ribu rupiah per orang.

Labels

ABC News (1) ABRI (1) Aceh (1) Alat Musik (1) Amerika (1) Amerika Serikat (5) Ancol (1) Antara (2) Automo (1) Ayam (1) Bahan Bakar (1) Bakso Tahu (1) Bali (5) Bambu (1) Bandung (1) Banggai (1) Bangkrut (1) Banjir (2) Banten (1) Batagor (1) Bedah Editorial (2) Bekasi (1) Belanda (1) Belgia (1) Bencana (2) Bengkulu (1) Berau (2) Berburu (2) Berita Satu (2) Bisnis Online (9) Blitar (1) Blogspot (2) Bosnia (1) Boyolali (1) Budaya (6) Bukit (1) Buras (1) Burung (2) California (1) Chester Bennington (4) Ciamis (1) Cikarang (1) Cina (1) CNN Indonesia (12) Daily Mail (1) Dayak (1) Demo (1) Desa (7) Desa Blimbingsari (4) DPR (1) Drone (1) Ekosistem Laut (1) Eropa (1) Facebook (5) Garut (1) Gema Tanjung (1) Gempa (2) Gereja (2) Gereja Katedral (1) Go Food (1) Goa Lawa (1) GoJek (1) Google + (1) Grab (2) Gurita (8) Guru (1) HipCar (2) How to (1) Ikan (5) Ikan Kakap (1) Ikan Koi (1) Ikan Paus (3) Iklan (4) Indosiar (1) iNews (1) iNews TV (3) Inggris (1) Instagram (1) Jakarta (1) Jakarta Barat (1) Jakarta Utara (1) Jalak (2) Jalak Bali (1) Jawa (3) Jawa Barat (7) Jawa Tengah (5) Jawa Timur (15) Jember (1) Jepara (1) Junjung Biru (1) Kalimantan (5) Kalimantan Selatan (1) Kalimantan Tengah (1) Kalimantan Timur (3) Kalimantan Utara (1) Kampung Wisata (1) Karawang (1) Kaur (1) Kebumen (1) Kediri (1) Kemerdekaan (10) Kendaraan (5) Kendaraan Listrik (6) Kepulauan Selayar (3) Kerajinan (1) Kesenian (1) Kisah Hidup (1) Klaten (2) Kolaka (1) Kolonialisme (3) Kompas TV (10) Kompetisi (1) Konsumen (1) Kopi (1) Koran (2) Korea (1) Korea Selatan (1) Korea Utara (1) KPK (2) Kroasia (1) KTP elektronik (1) Kudus (1) Kuliner (3) Lamalera (2) Lebaran (1) Lembata (6) Linkin Park (4) Lion Air (1) Lippo Group (4) Liputan 6 (2) Listrik (3) Lombok (1) Los Angeles (1) Madiun (2) Madura (1) Malang (2) Malinau (1) Maluku (1) Maratua (2) Martapura (1) Meikarta (11) Melukis (1) Metro TV (34) MNCTV (2) Mobil (5) Mochtar Riady (3) Mogok (1) Monas (1) Motor (3) Museum (2) Musik (2) Muslim (1) Nabire (1) Nasi (2) Nasi Gegog (2) Natal (10) Net TV (16) Nugget (1) Nusa Tenggara Timur (8) NY Daily News (1) Nyonya Meneer (8) Onny Arifin Yuwono (2) Palangka Raya (1) Palembang (2) Pangandaran (2) PanMunJom (1) Pantai (3) Pantai Tamban (2) Papua (1) Pare-Pare (1) Pariwisata (4) Pasar (1) Pelabuhan Ulele (1) Pendidikan (1) Penerbangan (1) Pengemis (1) Pesawat (1) Pidato (1) Pisang (3) Pohon (1) Polandia (1) Polisi (2) Ponorogo (1) Pulau (2) Pulau Nasi (1) Purbalingga (1) Ragam Indonesia (2) Restoran (1) Robot (1) Samarinda (1) Sampah (1) Sariwangi (2) Sastra (1) SCTV (3) Sea World (1) Sejarah (5) Sekolah Dasar (1) Selokan (1) Semarang (1) Sepatu (1) Si Bolang (1) Sin City (1) Singapura (1) Solo (2) SPLU (6) Stockholm (1) Suku (1) Sulawesi (4) Sulawesi Selatan (4) Sulawesi Tengah (1) Sulawesi Tenggara (1) Sungai (1) Surabaya (2) Swedia (1) Tabanan (1) Tahu (1) Tahu Goreng (1) Taipei (1) Taiwan (1) Takabonerate (1) Taman Kanak-Kanak (1) Tangerang (1) Tanjung Papurna (1) Tegal (1) Telepon (1) Tempo (2) Timlo TV (1) Tradisi (2) Trans 7 (7) Trenggalek (1) Tsunami (2) Tukang Pijat (2) TV One (1) Twitter (1) Universitas Indonesia (1) VOA Indonesia (3) Waduk (1) Warung (1) Washington (1) Wawancara (4) Website (13) Yogyakarta (2) Zagreb (1)